Main Article Content

Abstract

Siput gonggong adalah hewan endemik yang berada hanya di Kepulauan Riau khususnya Pulau Bintan dan Bangka Belitung. Sehingga gonggong dikenal sebagai makanan khas pulau Bintan. Meski demikian hal ini belum dikenal secara nasional seperti daerah-daerah lain yang identik dengan makanan khas tertentu. Terkait dengan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rantai pasok gonggong di wilayah kepulauan Bintan, dan potensinya menjadi destinasi wisata kuliner di pulau Bintan selain wisata alam dan budaya yang telah terkenal. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif deskriptif menggambarkan rantai pasok dan potensi gonggong sebagai makanan khas yang menjadi destinasi kuliner. Teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur dan mendalam, serta observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara kuantitas, gonggong tersedia sepanjang tahun dan sangat melimpah. Gonggong memiliki potensi menjadi destinasi kuliner yang menarik wisatawan jika dapat dikemas dalam sebuah rangkaian atraksi yang tidak hanya menekankan pada makanan, namun mampu menggabungkan bahkan menyatukan dengan nilai budaya masyarakat lokal. Di sisi lain, strategi promosi yang menarik menjadi kunci penting dalam menggangkat gonggong sebagai destinasi kuliner khas Bintan.

Keywords

siput gonggong wisata kuliner gastronomi antropologi makanan budaya rantai pasok promosi

Article Details

How to Cite
Jocom, H. (2022). Distribution Chain and Potential of Gonggong as a Culinary Tourism Destination in Bintan Island. Pusaka: Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event, 4(1), 31-39. https://doi.org/10.33649/pusaka.v4i1.113